HaBe Plus, Bekasi - Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi maraton sosialisasi pembentukan Bank Sampah Unit (BSU). Dalam satu hari, tim BSIP mampu menghadiri undangan hingga 10 titik lokasi sosialisasi di berbagai kelurahan. Kecepatan dan jangkauan ini menunjukkan komitmen serius untuk mengakselerasi pembentukan bank sampah di seluruh wilayah. Jumat (19/09/25).
Sasaran utama dari sosialisasi ini adalah mendampingi setiap RW di Kota Bekasi yang belum memiliki BSU untuk segera membentuk dan mengoperasikannya. Strategi sosialisasi dibagi menjadi dua tahap yang terstruktur dan saling berkesinambungan, tahap pertama tingkat kelurahan/kecamatan dan tahap kedua tingkat RW.
Direktur BSIP ota Bekasi, Mulyanto Diharjo mengatakan, sosialisasi ini perlu dilakukan secara cepat dalam mengentaskan persoalan sampah di Kota Bekasi.
"Sosialisasi tahap awal ini difokuskan di tingkat kelurahan dan kecamatan, dengan mengundang ketua RW. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam tentang apa itu bank sampah, bagaimana sistem kerjanya, dan manfaat besar yang bisa didapatkan, baik bagi lingkungan maupun ekonomi warga. Pada tahap ini, BSIP mendorong RW untuk segera menindaklanjuti dengan membentuk BSU dan mengurus Surat Keputusan (SK) dari camat sebagai legalitas," ucapnya .
Setelah BSU terbentuk, sosialisasi akan dilanjutkan langsung di tingkat RW dengan mengundang seluruh warga. Tahap ini bertujuan untuk menarik minat warga agar mau menjadi nasabah bank sampah.
Tim BSIP akan menjelaskan secara lebih praktis, tentang bagaimana cara menyetorkan sampah, apa saja jenis sampah yang bisa ditabung, serta bagaimana proses penukarannya dengan uang atau kebutuhan lain. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif warga.
Hingga September ini, prioritas utama BSIP masih pada tahap pertama, yaitu sosialisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan. Fokus ini sangat strategis karena memastikan ketua RW sebagai motor penggerak di tingkat akar rumput memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat sebelum melangkah ke sosialisasi massal di tingkat warga.
Secara keseluruhan, program maraton sosialisasi BSIP ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Dengan pendekatan yang terorganisir dan masif, program ini berpotensi besar untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, sekaligus menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan di setiap RW di Kota Bekasi. Keberhasilan program ini akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Bekasi yang bersih dan lestari.
Daud


